BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / UPTD Distanbunhut Kramat Sosialisasi Jitut Kepada Petani Kepunduhan
UPTD Distanbunhut Kramat Sosialisasi Jitut Kepada Petani Kepunduhan

UPTD Distanbunhut Kramat Sosialisasi Jitut Kepada Petani Kepunduhan

Dalam rangka meningkatkan produksi tanaman pangan serta pengetahuan tentang upaya pemecahan berbagai permasalahan dalam peningkatan produktivitas, UPTD Distanbunhut dan BP3K Kecamatan Kramat menyelenggarakan Sosialisasi Jaringan Irigasi Usaha Tani (JITUT) di Desa Kepunduhan Kecamatan Kramat, Jum’at (6/3).

Dihadapan Gapoktan Mulya Jaya Kepala UPTD Distanbunhut Kecamatan Kramat Maliki.ST menyampaikan bahwa, Keberhasilan swasembada beras, tidak terlepas dari peran besar pembangunan dan pengembangan sarana irigasi baik ekstensif maupun intensif. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Distanbunhut senantiasa berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pertanian tersebut.

“Tujuan untuk meningkatkan kinerja jaringan irigasi desa (JIDES) dan jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) sehingga dapat meningkatkan fungsi layanan irigasi. Meningkatkan perluasan areal tanam, indek pertanaman dan produktivitas serta membangun rasa memiliki terhadap jaringan irigasi yang telah direhabilitasi,”Ungkap Maliki.

Diaharapkan juga hasil panen padi masa tanam 2014/2015 diwilayah Kabupaten Tegal meningkat serta guna memperbaiki infrastruktur pertanian terutama untuk jaringan irigasi nanti akan  mendapat bantuan dari pihak Pemda Kabupaten Tegal sebesar 80 juta rupiah,”Tambah Maliki.

Sementara itu Kepala BP3K Kecamatan Kramat Taryono,ST mengatakan bahwa, Salah satu jurus jitu untuk meningkatkan kesejahteraan petani agar pendapatannya meningkat adalah penerapan Panca Usaha tani, dan salah satu unsur panca usaha yang vital adalah ketersediaan pengairan atau irigasi yang memadai.

“Jaringan irigasi tingkat usaha tani (Jitut) dan jaringan irigasi tingkat desa (Jides) merupakan prasarana produksi berupa jaringan tersier yang penting dan strategis keberadaannya. Mengingat sebesar apapun air dijaringan primer dan sekunder, manakala tidak ada akses masuk kepetak-petak sawah petani dengan lancar akan sangat mengganggu kinerja usaha tani padi sawah,”Jelas Taryono..

Ketua Kelompok Tani Mulya Jaya M.Supandi mengatakan, Air irigasi menjadi kebutuhan vital petani sawah , terlebih jika musim kemarau debit air menyusut cukup banyak sehingga kebutuhan air sering terganggu dan ini akan menyebabkan produktivitas padi kurang optimal dan berdampak menurunnya produksi padi petani.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala UPTD Distanbunhut Kecamatan Kramat Maliki.ST, Kepala BP3K Kecamatan Kramat Taryono.ST, Batuud Koramil 06/Kramat Pelda Rusmani dan  Ketua Gapoktan Mulya Jaya M.Supandi serta para petani Desa Kepudnduhan.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer